Bonus Bab 16

Itu berhasil membuatnya luluh.

“Aku minta maaf,” hembusnya pelan. Dan aku bisa mendengar nyeri di tiap katanya. “Aku mengecewakanmu,” katanya, menatap ke arah pesta. “Nggak ada alasan yang cukup buat menghapus apa yang sudah kuucapkan.”

Aku menggigit bibir sampai sakit. Aku tahu itu berat buat dia...

Masuk dan lanjutkan membaca