Tujuh puluh

Matahari tenggelam di balik cakrawala, menumpahkan bayang-bayang panjang pepohonan di luar sampai merayap ke lantai. Aku sempat melirik ke jendela sebentar saja. Daun-daun yang dulu hijau pekat kini tampak pucat—persis seperti perasaan di dadaku sekarang.

Terkurung di kamar pribadiku, aku menatap n...

Masuk dan lanjutkan membaca