Jalan Menuju Cahaya Bintang (2/3) PT 2

Mataku membelalak kaget. Rasanya tiba-tiba semuanya berhenti. Seolah aku terseret ke dalam mimpi, dan apa pun ini mustahil nyata.

Ini kata-kata yang sejak pertemuan pertama kami diam-diam kutunggu, dan akhirnya dia mengucapkannya. Perutku seperti dipenuhi kupu-kupu.

Ini dia.

Benar-benar ini.

Aku...

Masuk dan lanjutkan membaca