Bab 485

Suara napasku jadi satu-satunya bunyi selama beberapa detik. Tanganku cuma bisa kugenggam erat di pangkuan, sementara tatapanku terkunci pada mata Aelius. Di saat yang sama, otakku berusaha mengejar maksud dari kalimat yang baru saja ia ucapkan.

Kita bisa menyelamatkan mereka.

Mama dan Papa.

Sema...

Masuk dan lanjutkan membaca