Bab [121] Taruhan

Sofia melirik sekilas ke arah kandang rusa kutub itu, lalu terbahak. "Hanya rongsokan begini? Tidak ada satu pun yang berguna. Aku menunggangi mereka hanya untuk iseng. Bahkan kalau kau patahkan kaki mereka sekalipun, jangan harap bisa menyusulku."

Luna Wicaksono menanggapi dengan nada datar, "Baga...

Masuk dan lanjutkan membaca