Bab [122] Seperti Angin

Luna Wicaksono tak menghiraukan cibiran itu. Tanpa ragu, ia langsung naik ke punggung rusa. Nira Wicaksono, yang tadinya hendak membantu, tertegun di tempat. Ia tak menyangka gerakan Luna begitu gesit dan terlatih. Satu tangan bertumpu pada punggung rusa, kaki menginjakpijakan, dan dengan sekali hen...

Masuk dan lanjutkan membaca