Bab [205] Mulai Bertarung

"Iya," jawab Luna Wicaksono dengan nada pasrah.

Mendengar itu, Sinta Permata langsung menepis tangan Luna Wicaksono dengan kasar. "Oh, jadi kamu mainin aku ya?" bentaknya marah. "Bentar bilang bukan, bentar bilang iya. Kamu pikir aku, Sinta Permata, cuma pajangan buat kalian pacaran?"

Melihat kaka...

Masuk dan lanjutkan membaca