Bab [207] Aku Tahu, Tapi Aku Tidak Mengatakannya

Niko Wicaksono mendengus kesal, “Aku masih ingin perempuan ini meminta maaf pada kita. Gagal pedekate, malah ingin main tangan—benar-benar barbar.”

Luna Wicaksono menarik lengan pemuda itu pelan, mencoba menengahi. "Sudahlah, biarkan saja. Ini sudah larut malam, aku harus pulang dan istirahat."

...

Masuk dan lanjutkan membaca