Bab [47] Pemilihan Gadis Tercantik di Sekolah

Sri Aisyah tidak puas dan menyela, "Dia bilang keuntungan ini harus dia ambil, Maya sudah terluka seperti ini, dia malah masih mau menindas orang!"

Luna Wicaksono mengangkat kedua tangannya, tersenyum percaya diri, "Aku hanya bermain satu kali, semua bola yang tidak masuk akan menjadi tambahan skor...

Masuk dan lanjutkan membaca