Kenapa kau masih di sini?

Aku didorongnya ke dinding ruang rapat, lalu bibirnya menempel di bibirku dengan ciuman yang begitu mendesak. Dadaku langsung panas—aku marah dan ingin menamparnya—tapi tubuhku justru melemah di bawah sentuhannya, seolah tak punya kuasa untuk menolak.

Tangannya menyusup ke dalam blusku. Kulit telap...

Masuk dan lanjutkan membaca