150: Kode Hitam Bagian 01

KPOV Liam

Tulisan di secarik kertas itu terasa seperti membakar retina mataku: “Ada hadiah yang memang ditakdirkan untuk dihancurkan. Sama seperti masa depanmu.”

Amarah—murni, telanjang—menerjangku. Bukan marah yang pelan-pelan mendidih seperti sebelumnya. Ini letusan gunung, jeritan purba di da...

Masuk dan lanjutkan membaca