Bab 207 Tidak Dapat Menyimpan

"Kenapa kamu bodoh sekali?" Air mata Alya mengalir deras membasahi pipinya. Meski amarah terhadap Galih masih membara di dadanya, laki-laki itu adalah satu-satunya pegangannya saat ini. "Kenapa kamu melakukan ini?"

"Karena aku nggak bisa membiarkanmu terluka," suara Galih terdengar tenang, meski r...

Masuk dan lanjutkan membaca