Bab 441 Pelarian Sempit dari Kematian

"Tenang saja. Aku di sini."

Alya mendongak, menatap sepasang mata tajam yang kini memandangnya lekat. Jantungnya berdesir hebat, dan rona merah perlahan menjalar di kedua pipinya.

"Tapi aku selalu bikin kamu cemas," ucapnya lirih, suaranya sarat dengan rasa bersalah. Ia tahu seharusnya ia tidak me...

Masuk dan lanjutkan membaca