Bab 460: Mengirim Kerang

Ema meronta sekuat tenaga, namun Rangga mendekapnya erat. Air matanya tumpah ruah, tetes-tetes hangat jatuh membasahi wajah pria itu. Ia mendorong dada bidang Rangga dengan sisa tenaganya, tetapi dekapan itu justru semakin mengencang.

"Akulah anak laki-laki itu! Kenapa kamu tidak ingat aku?" geram...

Masuk dan lanjutkan membaca