Bab [148] Bahaya Sedang Mendekat

Lina Halim melirik layar ponselnya, dan seketika senyum merekah di wajahnya. Itu panggilan dari Maya Wijaya.

"Halo, Maya sayang, ada apa?" nada bicara Lina Halim terdengar begitu memanjakan.

Dari seberang telepon, terdengar suara renyah Maya Wijaya, "Bu, nanti malam Mas Arya Hakim mau datang makan...

Masuk dan lanjutkan membaca