Bab [160] Meracuni

Saat itu, Maya Wijaya baru saja membubuhkan tanda tangannya dan melangkah mendekat.

Yoan Wibowo mendengus kasar, tatapannya penuh cemooh. "Maya Wijaya, jangan pikir aku tidak tahu akal bulusmu. Kamu cuma mau memanfaatkan kondisi Ibumu yang sekarat untuk merebut saham Grup Wibowo, kan? Asal kamu tah...

Masuk dan lanjutkan membaca