Bab [24] Misteri & Kosong

Gilang Kusuma kembali ke sisi ranjang Luna Santosa. Ditatapnya wanita itu, yang bahkan dalam tidurnya pun masih berlinang air mata.

Si kecil berlutut di tepi ranjang, lalu dengan tangan mungilnya yang gempal, ia menyeka lembut air mata di wajah Luna Santosa.

Kemudian, ia menepuk-nepuk lengan Luna,...

Masuk dan lanjutkan membaca