95. Momen Panik

Aku hanya duduk di sana terengah-engah, menatap air tenang kolam, bayanganku menatap balik dengan panik. Air menetes dari wajahku, mengenai kolam dan menyebabkan riak kecil. Semuanya terlalu banyak untuk diterima. Dan aku tidak tahu harus mulai dari mana untuk memproses semuanya.

“Kamu baik-baik sa...

Masuk dan lanjutkan membaca