97. Hati yang Terkoyak

Safina

Aku duduk di sudut gelap ruang tunggu, merasa benar-benar mati rasa. Menatap lantai, yang bisa kudengar hanyalah keheningan malam. Jam-jam telah berlalu sejak dia tidak responsif.

Empat kali.

Empat kali jantungnya benar-benar berhenti.

Empat kali mereka berhasil membawanya kembali.

Sak...

Masuk dan lanjutkan membaca