Bab 156

Aku mendapati diriku berlama-lama di dekat meja koktail, jemariku melingkar di batang gelas yang dingin seolah-olah itu bisa menstabilkanku. Anggur meluncur lembut di tenggorokan, tapi sama sekali tidak sanggup meredam pusaran di kepalaku. Di sekelilingku, kerumunan yang gemerlap berkilau—tawa tumpa...

Masuk dan lanjutkan membaca