Bab 174

LEVI

“Aku mau pria sejati, dan kamu bukan pria sejati—kamu masih di bawah bayang-bayang ayahmu.”

Kata-kata itu menggema di pikiranku seperti genderang yang tak henti-hentinya, setiap detak bergetar di dadaku. Tanganku mengepal. Aku melihat sekeliling ruangan, pandangan kabur, dada berat, hati hancu...

Masuk dan lanjutkan membaca