BAB 178

ISABELLA

Tenggorokanku terasa kering. Kata-kata berjatuhan dan menempel, tapi kebenaran tetap mendesak keluar. "Antonio sudah kembali," kataku, mengambil napas dalam-dalam lalu menenggak segelas anggur penuh.

"Sial!" Itu membakar. Aku menutup mata, menikmati rasa geli dan pusing yang datang.

"Mau l...

Masuk dan lanjutkan membaca