Bab 98

ISABELLA

Aku dan saudara-saudaraku tergeletak di sofa tua bekas seperti lilin yang meleleh, setengah nonton acara reality show yang berisik dan semrawut sampai kepalaku berdenyut. Ruang tamu kami yang sempit seperti bergetar oleh suara, layar TV berkedip-kedip seolah tinggal menunggu mati.

Bel pin...

Masuk dan lanjutkan membaca