Bab 185

Charlotte nggak bisa menahan tawa kecil waktu melihat Bima—rapi banget, serba necis—bertengger di kursi kayu yang bunyinya udah minta ampun di warung makan pinggir jalan yang kelihatan kusam. Kontrasnya kocak.

Bima menggeser segelas jus ke arah Charlotte, alisnya terangkat bingung. “Ngapain ketawa?...

Masuk dan lanjutkan membaca