Bab 216

Frederik meliriknya sekilas, ada sedikit rasa tak sabar di matanya. Nggak mau urusan berlarut-larut, ia mengeluarkan segumpal uang tunai lalu menyodorkannya.

“Kalau haus, beli minum. Anggap aja buat ganti repotnya,” katanya singkat.

Perempuan itu tampak siap membantah, tapi Frederik sudah keburu m...

Masuk dan lanjutkan membaca