Bab 248

Begitu gelasnya kosong, Fikri menghempaskan gelas ke meja sampai bunyinya nyaring, lalu mengangkat sebelah alis ke arah Gavin.

Bibir Gavin bergetar, nyaris saja minumannya tumpah. “Serius? Lo barusan ngeganyang segelas itu? Itu minuman keras apa bensin, anjir! Lo gila!”

Fikri menahan panas menyeng...

Masuk dan lanjutkan membaca