Bab 431

Hati Charlotte terasa berat oleh keraguan.

Setelah lama hening, suara Frederick yang serak akhirnya memecah sunyi. “Kok diam? Lagi kepikiran apa?”

Charlotte menjawab dengan ketenangan yang dipaksakan. “Nggak ada apa-apa.”

“Kamu kangen aku?” Suara Frederick melembut.

Charlotte tetap bungkam, bibi...

Masuk dan lanjutkan membaca