Bab 48

Raka nggak bisa menahan senyum miring melihat pipi Citra yang merah padam. Dorongan buat menggodanya makin lama makin kuat.

Ia merapat pelan, ujung hidungnya nyaris menyentuh lekuk leher Citra, ketika ketukan di pintu kamar mendadak memutus momen itu.

“Raka, kamu udah bangun? Nenek manggil turun, ...

Masuk dan lanjutkan membaca