Bab [121] Menyerah

“Arya Pradana, jangan dengerin omong kosong dia. Aku sama sekali nggak kenal cowok itu. Hari ini pertama kali aku lihat dia!”

“Kamu yakin?” Tatapan Arya Pradana merunduk tajam, berbahaya.

“Yakin.” jawab Sinta Wijaya dengan cemas.

“Tapi kenapa aku inget, tiga tahun lalu kamu bilang, cowok ini man...

Masuk dan lanjutkan membaca