Bab [150] Memberi Obat

Di sebuah kafe yang sedang ramai sekali di pusat Jakarta, Sari Wijaya melangkah masuk ke arah kasir. Dia tersenyum ramah pada barista di balik mesin espresso.

“Halo, aku mau satu iced Americano, sama satu latte panas. Tolong yang latte-nya ditambah gula ya, makasih.”

Barista itu cukup cekatan. Ha...

Masuk dan lanjutkan membaca