Bab [72] Bangun

Sari Wijaya perlahan membuka matanya. Langit-langit kamar berwarna putih di depannya membangkitkan rasa familier—dia kembali berada di rumah sakit.

Ah, sebaiknya dia buat saja kartu anggota rumah sakit ini.

Soalnya frekuensi rawat inapnya sudah sering banget, rugi kalau nggak dimanfaatkan.

Pikira...

Masuk dan lanjutkan membaca