Bab 155

"Alya!" seru sebuah suara pria yang panik dari belakangnya.

Detik berikutnya, lengan kokoh Bima melingkari pinggangnya. Pria itu berputar dan menjatuhkan diri ke sofa, menjadikan tubuhnya sebagai bantalan untuk Alya.

"Syukurlah!" napas Alya tersengal, berusaha menenangkan diri dan mencerna apa ya...

Masuk dan lanjutkan membaca