Bab 221

Alya menarik napas panjang dan melangkah masuk ke kamar rumah sakit itu.

Wulan sudah tampak sedikit lebih tenang, bersandar diam di kepala ranjang. Aura kelam menyelimutinya, dan matanya kosong tanpa harapan.

"Waktu kamu bilang ke Dimas kalau kamu nggak butuh dia hari itu, aku beneran kaget. Ngga...

Masuk dan lanjutkan membaca