Bab 368

Di layar ponsel, Bima tampak bersandar santai di kursi malas dengan sebelah kaki menyilang. Cahaya temaram di belakangnya justru semakin menonjolkan ketampanan wajahnya.

Jantung Alya sempat berdebar menatapnya.

"Aku kangen kamu," ucapnya sambil tersenyum menggoda, sebelah alisnya terangkat. "Anak...

Masuk dan lanjutkan membaca