Bab 547

Mata Hendra menyipit, nada suaranya memberat karena tidak sabar. "Sekarang?"

Laras langsung menolak, "Nggak bisa. Aku ke sini bareng Arif, masa aku main kabur gitu aja tanpa bilang-bilang?"

Wajah Hendra mengerut kesal, tapi dia memilih diam, hanya menghela napas panjang untuk menahan unek-uneknya...

Masuk dan lanjutkan membaca