Bab [114] Dia Tidak Membutuhkan Kepeduliannya

Sari Wijaya bangkit dan berlari mengejarnya. Namun, saat tiba di pintu depan, ia hanya sempat melihat mobil Ari Limbong melaju kencang meninggalkan pekarangan rumah.

Dengan perasaan hampa, ia kembali masuk. Tangannya sibuk mengetik beberapa pesan untuk Ari, tetapi semuanya berakhir dengan dua centa...

Masuk dan lanjutkan membaca