Bab [117] Menunggu Semalaman

Nenek Wijaya tidak tega melihat wajah Sari Wijaya yang begitu murung dan sedih. Ia buru-buru mengelus pipi cucunya itu dengan lembut. "Sudah, sudah, ini semua salah Nenek. Bagaimana kalau Nenek masakkan mie godog buat kamu?"

Nenek Wijaya tersenyum hingga kerutan di sudut matanya bertumpuk. "Tapi ka...

Masuk dan lanjutkan membaca