Bab [158] Menikahinya Justru Karena Buta Mata

Para tamu yang tadinya tampak menikmati suasana kini mulai mengerutkan kening. Tatapan mereka pada Sinta Setiawan berubah menjadi aneh.

Sinta Setiawan sadar dia telah melakukan kesalahan fatal sejak awal. Hatinya makin kacau, pikirannya semrawut, dan permainan pianonya pun semakin berantakan. Jika ...

Masuk dan lanjutkan membaca