Bab [177] Kurang Satu Orang yang Bisa Bertengkar Dengannya

Ari Limbong menatapnya, bibir tipisnya dengan kejam melontarkan satu kata, "Tidak."

Senyum di wajah Sari Wijaya seketika runtuh. Dia mengerutkan kening dan protes, "Terus aku harus gimana supaya kamu mau meminjamkan aku uang? Jangan bilang kamu minta bagi hasil lima puluh-lima puluh?"

Pria itu ter...

Masuk dan lanjutkan membaca