Bab [188] Mengapa Tidak Menyelamatkan Orang

Farah Limbong sudah kehabisan tenaga bahkan untuk berteriak. Tubuhnya terkulai di tanah seperti kain rombeng yang dicampakkan begitu saja, hanya menyisakan isak tangis lirih yang nyaris tak terdengar.

Sari Wijaya menatap tangan wanita itu selama dua detik, kilatan kejam melintas di matanya. Detik b...

Masuk dan lanjutkan membaca