Bab [14] Kamu Masih Belum Bisa Melepaskan Wanita Itu

Yoan Prawiro secara refleks menoleh ke belakang, tatapannya bertemu dengan mata Prayoga Setiono yang dalam dan sulit ditebak di balik kacamatanya.

“Pak Setiono, ada perlu apa?” tanya Yoan Prawiro dengan nada dingin, tapi sedetik kemudian ia sadar bahwa pria ini telah menolongnya hari ini. Ia harus ...

Masuk dan lanjutkan membaca