Bab [44] Jangan Berpikir Menipuku

Dika Setiono berdiri membisu di depan jendela kaca besar, menatap hamparan pemandangan kota Jakarta.

Waktu seolah tidak meninggalkan jejak sedikit pun di dirinya. Empat tahun berlalu, dia masih tampak elegan dan ramah seperti dulu, hanya saja sorot matanya yang hampa dan dingin kini terasa semakin ...

Masuk dan lanjutkan membaca