Bab [45] Pameran Lukisan

Dia bukan lagi gadis lugu yang penakut seperti beberapa tahun lalu.

“Sini, biar aku foto.” Dimas Wibowo menyeringai. “Mau aku kirim ke Kevin, biar dia lihat calon istri pamannya.”

Aji Chandra terkejut dan buru-buru mencoba menghentikannya, tapi sudah terlambat.

Tepat saat Dimas menekan tombol kam...

Masuk dan lanjutkan membaca