Bab [58] Kalau Tidak, Aku Akan Menggorok Lehernya

Tubuhnya menegang seketika. Dalam kondisi sakit, aura permusuhan yang menyelimutinya berkurang drastis, membuatnya jauh lebih jinak dari biasanya.

Dia mengangkat kepala dengan bingung, seolah tidak bisa mengenali siapa orang di hadapannya.

"Kamu, kamu... Yoan Prawiro..."

"Aku calon istri pamanmu....

Masuk dan lanjutkan membaca