Bab [85] Kehamilan Ektopik

Namun, Mulyani Hartati mencengkeramnya erat-erat. "Mau apa lagi kamu? Kamu tahu tidak, di luar sana penuh dengan orang-orang Kakek! Dia sudah cukup sabar denganmu, tapi kamu terus-menerus menguji batas kesabarannya. Kamu ini benar-benar tidak sayang nyawa, ya!"

Melihat kondisi putranya yang menyedi...

Masuk dan lanjutkan membaca