Bab 103

Beatrice melangkah ke balkon sambil menggenggam ponsel. Suaranya datar. “Mau apa?”

“Gini…” Bima mengembuskan napas panjang, nadanya berat. “Perusahaan lagi bermasalah. Jalur pendanaan kita putus.”

Beatrice mendengarkan tanpa suara, tanpa rasa apa pun. Kenapa dia harus peduli keluarga Wijaya hidup ...

Masuk dan lanjutkan membaca