Bab 123

Frederick mengangkat tangan, menunjuk berkas proposal di atas meja. “Buatkan sepuluh rangkap. Besok jam sepuluh, semua kepala divisi terkait saya mau ada di ruang rapat. Kamu yang catat notulennya.”

Alya ragu sejenak, pipinya panas menahan malu. Nada Frederick seperti sedang bilang dia bodoh. “…Bai...

Masuk dan lanjutkan membaca