Bab 141

Farhan perlahan menopang tubuhnya, menjauh dari dirinya. Kamar itu hanya dipenuhi suara tangis Ratri yang ditahan-tahan.

Setelah sekian lama, Farhan akhirnya bicara. Suaranya menyimpan lelah yang nyaris tak terdengar, juga rapuh yang tak biasa.

“Lima tahun, Ratri. Kamu beneran nggak ngerasain apa...

Masuk dan lanjutkan membaca