Bab 159

Mata Harlan menyala-nyala menahan amarah, tajam dan liar, seolah-olah ia bisa mencabik Ariana di tempat.

Ia tak pernah menyangka perempuan ini—yang selama ini ia anggap cuma perempuan gampangan yang kepalanya kosong dan cuma bisa numpang nama—ternyata dari awal sudah main di jalurnya sendiri.

“Lo ...

Masuk dan lanjutkan membaca