Bab 16

Pikiran Citra mendadak kosong. Anak… Ya, mereka memang seharusnya segera punya anak.

Raka memperhatikan wajahnya merona sampai ke telinga, matanya dipenuhi kepanikan. Senyum di ujung bibirnya makin dalam. Ia buru-buru mengakhiri rapat video dan menutup laptop.

“Aku…” Citra hendak mengatakan sesuat...

Masuk dan lanjutkan membaca